خُطْبَةُ الْجُمُعَةِ لِلْعَلَّامَةِ الْحَبِيْبِ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَفِيْظٍ فِيْ جَامِعِ الرَّوْضَةِ، بِحَارَةِ الرَّوْضَةِ، عَيْدِيْد، مَدِيْنَة تَرِيْم، ٢٣ جُمَادَى الْأُوْلَى ١٤٤٧ هـ بِعُنْوَانِ: صِبْغَةُ الْمُؤْمِنِ فِي حَالِهِ وَحَيَاتِهِ وَصِبْغَةُ الْمُنَافِقِ
Khutbah Jumat oleh Al-Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafiz di Masjid Ar-Raudhah, lingkungan Raudhah, Aidid, kota Tarim, pada 23 Jumada al-Ula 1447 Hijriah dengan judul: "Karakter (Sibghah) Orang Beriman dalam Keadaan dan Kehidupannya serta Karakter Orang Munafik".
الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى اَلْحَمْدُ للهِ، الْوَاحِدِ الْأَحَدِ، الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ، الْعَلِيْمِ الْخَبِيْرِ، السَّمِيْعِ الْبَصِيْرِ، الْعَلِيْمِ الْقَدِيْرِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، يَنْصَبِغُ بِهَذِهِ الشَّهَادَةِ حَالُ الْمُؤْمِنِ وَحَيَاتُهُ، فَيَرْقُبُ مَنْ اسْتَوَتْ فِي عِلْمِهِ ظَوَاهِرُهُ وَخَفِيَّاتُهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا وَنُوْرَ قُلُوْبِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفْوَتُهُ وَحَبِيْبُهُ وَأَمِيْنُهُ وَخَلِيْلُهُ، بَعَثَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ وَأَرْسَلَهُ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَعَلَى جَمِيْعِ خَلَائِقِهِ فَضَّلَهُ
Segala puji bagi Allah, Yang Maha Esa lagi Tunggal, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Teliti, Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan syahadat ini, keadaan dan kehidupan seorang mukmin menjadi "tercelup" (berkarakter), sehingga ia senantiasa merasa diawasi oleh Dzat yang ilmu-Nya meliputi segala hal yang nyata maupun yang tersembunyi. Aku bersaksi bahwa tuan kami, nabi kami, penyejuk mata kami, dan cahaya hati kami, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya, hamba pilihan-Nya, kekasih-Nya, orang kepercayaan-Nya, dan sahabat karib-Nya. Allah mengutusnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkannya di atas seluruh agama, dan Allah telah melebihkannya di atas seluruh makhluk-Nya.
اَللَّهُمَّ أَدِمْ صَلَوَاتِكَ عَلَى الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارِ، خَيْرِ مُقْتَدَى، اَلنَّمُوْذَجِ الْأَعْظَمِ لِلْعُبُوْدِيَّةِ لَكَ فِيْمَا خَفِيَ وَفِيْمَا بَدَا، فَهُوَ أَسْعَدُ السُّعَدَاءِ. أَدِمِ اللَّهُمَّ صَلَوَاتِكَ عَلَى هَادِيْنَا إِلَى الْهُدَى، نَبِيِّكَ الْمُخْتَارِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الْأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الْأَخْيَارِ، وَمَنْ وَالَاهُمْ فِيْكَ وَبِهَدْيِهِ اقْتَدَى، وَعَلَى آبَائِهِ وَإِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَادَاتِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْحَقِّ وَالْهُدَى، وَعَلَى آلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ وَتَابِعِيْهِمْ وَمَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ وَجَمِيْعِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Ya Allah, abadikanlah selawat-Mu kepada sang pilihan yang terpilih (Nabi Muhammad), sebaik-baik teladan, contoh teragung dalam penghambaan kepada-Mu baik dalam kesunyian maupun keramaian, dialah manusia yang paling bahagia di antara yang bahagia. Ya Allah, abadikanlah selawat-Mu kepada penunjuk kami menuju jalan hidayah, Nabi-Mu yang terpilih Muhammad, serta keluarganya yang suci dan sahabatnya yang mulia, juga kepada siapa saja yang mencintai mereka karena Engkau dan mengikuti petunjuknya. Serta kepada ayah-ayahnya dan saudara-saudaranya dari kalangan para nabi dan rasul, pemimpin para ahli kejujuran, kebenaran, dan hidayah. Juga kepada keluarga, sahabat, pengikut mereka, para malaikat-Mu yang dekat dengan-Mu, dan seluruh hamba-Mu yang saleh, serta kepada kami bersama mereka dan di dalam golongan mereka dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang.
أَمَّا بَعْدُ،،، عِبَادَ اللهِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، تَقْوَى اللهِ الَّتِي لَا يَقْبَلُ غَيْرَهَا، وَلَا يَرْحَمُ إِلَّا أَهْلَهَا، وَلَا يُثِيْبُ إِلَّا عَلَيْهَا، وَإِنَّ الْوَاعِظِيْنَ بِهَا كَثِيْرٌ، وَإِنَّ الْعَامِلِيْنَ بِهَا قَلِيْلٌ
Adapun setelah itu, wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Takwa kepada Allah adalah satu-satunya hal yang Dia terima, Dia tidak merahmati kecuali para ahlinya, dan tidak memberikan pahala kecuali atas dasar takwa tersebut. Sesungguhnya orang yang memberi nasihat tentang takwa itu banyak, namun orang yang mengamalkannya itu sedikit.
صِبْغَةُ وَحَالُ الْمُؤْمِنِ
Karakter dan Keadaan Orang Beriman:
أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ، صِبْغَةُ حَالِ الْمُؤْمِنِ وَحَيَاتُهُ مَأْخُوْذَةٌ مِنْ أَثَرِ إِيْمَانِهِ بِإِلَهِهِ الَّذِي خَلَقَ، وَبِيَدِهِ الْأَمْرُ وَهُوَ الَّذِي أَنْعَمَ وَرَزَقَ، وَإِلَيْهِ الْمَرْجِعُ وَالْمَآبُ مِمَّنْ تَأَخَّرَ وَمَنْ سَبَقَ، لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ، ﴿صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ
Wahai orang-orang mukmin, karakter (celupan) keadaan dan kehidupan seorang mukmin diambil dari pengaruh imannya kepada Tuhannya yang telah menciptakannya. Di tangan-Nyalah segala urusan, Dialah yang memberi nikmat dan rezeki, dan kepada-Nyalah tempat kembali bagi orang-orang terdahulu maupun yang akan datang kemudian. Tidak ada Tuhan selain Dia, dan kepada-Nyalah tempat kembali. "(Tetaplah atas) celupan (shibghah) Allah. Dan siapakah yang lebih baik celupannya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami menyembah (QS Al-Baqarah 138)."
فَلَا يَجُوْزُ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يُسْلِمَ نَفْسَهُ وَلَا أَهْلَهُ وَلَا أَحَدًا مِنْ أَوْلَادِهِ إِلَى مَنْ يَلْعَبُ بِهِ فَيَصْبُغُهُ بِغَيْرِ صِبْغَةِ اللهِ؛ فِي فِكْرِهِ، أَوْ فِي اعْتِقَادِهِ، أَوْ فِي نِيَّتِهِ وَمَقَاصِدِهِ، أَوْ فِي نَظْرَتِهِ إِلَى الْحَيَاةِ، أَوْ فِي مُعَامَلَتِهِ فِي الظَّاهِرِ وَالْبَاطِنِ. صِبْغَةُ اللهِ الَّتِي بِهَا يَصْبُغُ أَحْبَابَهُ وَأَوْلِيَاءَهُ، أَنْ يُوْقِنُوْا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، فَيُرَاقِبُوْا إِلَى الْإِلَهِ وَيَقْصِدُوْهُ، وَيُعَظِّمُوْا مُحَمَّدًا وَيَتَّبِعُوْهُ
Maka tidak boleh bagi seorang mukmin untuk menyerahkan dirinya, keluarganya, maupun salah satu anak-anaknya kepada orang yang akan mempermainkannya lalu mewarnainya dengan selain "celupan" (karakter) Allah; baik dalam pola pikirnya, keyakinannya, niat dan tujuannya, cara pandangnya terhadap kehidupan, maupun interaksinya secara lahir dan batin. "Celupan" Allah yang dengannya Dia mewarnai para kekasih dan wali-Nya adalah berupa keyakinan kuat bahwa tidak ada Tuhan selain Dia semata tanpa sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba serta utusan-Nya. Sehingga mereka senantiasa merasa diawasi oleh Tuhan dan hanya bertujuan kepada-Nya, serta mengagungkan Nabi Muhammad dan mengikutinya.
مَظَاهِرُ صِبْغَةِ الْمُؤْمِنِ
Manifestasi Karakter Mukmin:
أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ، وَمِنْ مَظَاهِرِ صِبْغَةِ الْمُؤْمِنِ فِي حَيَاتِهِ مَا رَوَى الْإِمَامُ أَبُوْ نُعَيْمٍ فِي كِتَابِ الْمَعْرِفَةِ بِسَنَدِهِ الْجَيِّدِ عَنْ سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: "لَا يَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ مُؤْمِنًا وَلَا يَسْتَكْمِلُ الْإِيْمَانَ حَتَّى يَكُوْنَ فِيْهِ ثَلَاثُ خِصَالٍ: اِقْتِبَاسُ الْعِلْمِ، وَصَبْرٌ عَلَى الْمَصَائِبِ، وَتَرَفُّقٌ فِي الْمَعَاشِ، وَثَلَاثُ خِصَالٍ تَكُوْنُ فِي الْمُنَافِقِ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, di antara manifestasi karakter seorang mukmin dalam hidupnya adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Abu Nu'aim dalam kitab Al-Ma'rifah dengan sanad yang baik dari tuan kami Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda: "Seorang mukmin tidak dikatakan (benar-benar) mukmin dan tidak sempurna imannya sampai ia memiliki tiga perkara: mengambil (mencari) ilmu, sabar menghadapi musibah, dan bijak (lemah lembut) dalam urusan nafkah (penghidupan). Dan tiga perkara yang ada pada orang munafik: apabila berbicara ia berdusta, apabila dipercaya ia berkhianat, dan apabila berjanji ia mengingkari."
تَعْظِيْمُ الْعِلْمِ الشَّرْعِيِّ
Mengagungkan Ilmu Syariat:
فَهَذِهِ صِبْغَةُ الْمُؤْمِنِ فِي حَالِهِ وَحَيَاتِهِ: اِقْتِبَاسُ الْعِلْمِ، تَعْظِيْمُ عِلْمِ الشَّرْعِ الْمَصُوْنِ وَمَا بَيَّنَهُ الْأَمِيْنُ الْمَأْمُوْنُ وَمَا جَاءَ بِهِ عَنِ اللهِ الَّذِي بِيَدِهِ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّوْنَ وَمَا تُعْلِنُوْنَ. فَالْمُؤْمِنُ فِي حَيَاتِهِ مُعَظِّمٌ لِهَذَا الْعِلْمِ، مُقْتَبِسٌ لَهُ كُلَّ مَا اسْتَطَاعَ فِي لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ، فِي شَيْءٍ مِنْ أَيَّامِ أُسْبُوْعِهِ وَأَشْهُرِهِ وَسَنَوَاتِهِ، يَحْرِصُ عَلَى مَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ مِنْ مَجَالِسِ الْعِلْمِ، وَيَسْتَمِعُ إِلَى الْعِلْمِ، وَيَفْرَحُ بِالْعِلْمِ، وَيُعَظِّمُ الْعِلْمِ، وَيُؤَدِّي حَقَّ اللهِ فِي نَفْسِهِ وَأُسْرَتِهِ فِي تَعْلِيْمِ الْفَرْضِ مِنَ الْعِلْمِ، فِي تَعْلِيْمِ فَرْضِ الْعَيْنِ مِنَ الْعِلْمِ عَلَى كُلٍّ مِنْهُمْ. "طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Inilah karakter mukmin dalam keadaan dan hidupnya: Mengambil ilmu, yaitu mengagungkan ilmu syariat yang terjaga, apa yang telah dijelaskan oleh Nabi yang terpercaya (Al-Amin Al-Ma'mun), dan apa yang beliau bawa dari sisi Allah yang memegang segala urusan serta mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan nyatakan. Maka seorang mukmin dalam hidupnya senantiasa mengagungkan ilmu ini, ia mengambilnya semampunya siang dan malam, di hari-hari minggunya, bulannya, dan tahunnya. Ia sangat antusias menghadiri majelis ilmu sebisa mungkin, mendengarkan ilmu, gembira dengan ilmu, mengagungkan ilmu, dan menunaikan hak Allah atas dirinya dan keluarganya dengan mengajarkan ilmu yang fardhu (wajib), yaitu mengajarkan ilmu fardhu 'ain kepada setiap mereka. "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim."
تَسْخِيْرُ الْعِلْمِ فِي مِهَنِ الْحَيَاةِ: ثُمَّ بَعْدَ ذَلِكَ يَنْطَلِقُ فِي حَيَاتِهِ بِنُوْرِ هَذَا الْعِلْمِ، إِنْ كَانَ ذَا مِهْنَةٍ عَمِلَ فِي مِهْنَتِهِ بِالْعِلْمِ وَسَخَّرَهَا لِنُصْرَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَلِنَشْرِ الْخَيْرِ وَالْأُلْفَةِ وَالْمَحَبَّةِ، وَلِلْأَمَانَةِ وَالصِّدْقِ مَعَ النَّاسِ مِنْ أَجْلِ اللهِ، أَوْ الصِّدْقِ مَعَ اللهِ تَعَالَى فِي خَلْقِهِ
Mendayagunakan Ilmu dalam Profesi Kehidupan: Kemudian setelah itu, ia melangkah dalam hidupnya dengan cahaya ilmu ini. Jika ia memiliki suatu profesi, ia bekerja dalam profesinya tersebut dengan landasan ilmu dan mendayagunakannya untuk menolong agama Allah dan Rasul-Nya, untuk menebarkan kebaikan, keharmonisan, dan cinta, serta untuk menjaga amanah dan kejujuran kepada manusia demi Allah, atau kejujuran kepada Allah Ta'ala dalam memperlakukan makhluk-Nya.
طَلَبُ الْعِلْمِ جِهَادٌ
Menuntut Ilmu adalah Jihad:
أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ، وَمِنْ هُنَا عَظُمَ فَضْلُ هَذَا الْعِلْمِ، حَتَّى قَالَ بَعْضُ الصَّحْبِ الْأَكْرَمِيْنَ: "مَنْ رَأَى أَنَّ الْغُدُوَّ إِلَى طَلَبِ الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي رَأْيِهِ وَعَقْلِهِ". أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ، هَذَا وَصْفٌ مِنْ أَوْصَافِ الْمُؤْمِنِيْنَ لَا يَسْتَكْمِلُوْنَ الْإِيْمَانَ إِلَّا بِهِ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, dari sinilah keutamaan ilmu ini menjadi sangat agung, hingga sebagian sahabat yang mulia berkata: "Barang siapa yang beranggapan bahwa berangkat di pagi hari untuk menuntut ilmu bukan termasuk jihad, maka sungguh akal dan pikirannya telah berkurang." Wahai orang-orang yang beriman, ini adalah salah satu sifat orang-orang mukmin yang mana mereka tidak dapat menyempurnakan iman kecuali dengannya (menuntut ilmu).
شَرَفُ الْعِلْمِ وَأَثَرُهُ
Kemuliaan Ilmu dan Pengaruhnya:
أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ، لَا شَأْوَ وَلَا شَأْنَ وَلَا شَرَفَ لِشَيْءٍ مِنَ الْعُلُوْمِ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ إِلَّا: مَا حُكِمَ بِعِلْمِ الشَّرِيْعَةِ، وَانْقَادَ لِعِلْمِ الشَّرِيْعَةِ، وَعُمِلَ عَلَى مُوَافَقَةِ عِلْمِ الشَّرِيْعَةِ، وَإِلَّا كَانَ سَبَبًا وَآلَةً لِلْإِفْسَادِ وَالضُّرِّ وَإِيْقَاعِ الشَّرِّ فِي الْعِبَادِ. كُلُّ مَا اسْتُعْمِلَ فِي مُخَالَفَةِ الشَّرْعِ عَادَ عَلَى الْعِبَادِ وَالْبِلَادِ بِإِفْسَادٍ وَبِضُرٍّ وَبِظُلْمٍ، وَبِآفَاتٍ اجْتِمَاعِيَّةٍ، وَآفَاتٍ سِيَاسِيَّةٍ، وَآفَاتٍ خُلُقِيَّةٍ، وَآفَاتٍ اعْتِقَادِيَّةٍ، وَآفَاتٍ فِكْرِيَّةٍ تَنْتَشِرُ بَيْنَ النَّاسِ فَتَهْوِي بِهِمْ فِي الْهَاوِيَاتِ
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, tidak ada keunggulan, kedudukan, maupun kemuliaan bagi jenis ilmu apa pun di atas muka bumi ini kecuali ilmu yang tunduk pada hukum syariat, patuh pada syariat, dan diamalkan sesuai dengan syariat. Jika tidak, maka ilmu tersebut hanya akan menjadi sebab dan alat kerusakan, bahaya, serta pemicu kejahatan di antara hamba-hamba Allah. Segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyelisihi syariat akan berdampak buruk pada rakyat dan negara berupa kerusakan, bahaya, dan kezaliman, serta berbagai krisis sosial, politik, moral, akidah, dan pemikiran yang tersebar di antara manusia lalu menjerumuskan mereka ke dalam jurang kehancuran.
اَلصَّبْرُ عَلَى الْمَصَائِبِ
Sabar Menghadapi Musibah:
وَالصَّبْرُ عَلَى الْمَصَائِبِ، الْبُعْدُ عَنِ الْجَزَعِ وَالتَّبَرُّمِ، وَمُقَابَلَةُ الْمَصَائِبِ بِصَبْرٍ يَحْتَسِبُهُ عِنْدَ رَبِّهِ. ﴿وَبَشِّرِ الصَّابِرِيْنَ * الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا للهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ * أُوْلَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ﴾. بَلْ يُحَصِّلُوْنَ فِي هَذَا فِي أَبْسَطِ الْأَشْيَاءِ الَّتِي تَحْصُلُ لَهُمْ فِي الْحَيَاةِ، وَلَوْ انْطَفَأَ السِّرَاجُ وَهُمْ يَحْتَاجُوْنَ إِلَيْهِ لَعَدُّوْهُ مِنَ الْمَصَائِبِ الَّتِي يُؤْجَرُوْنَ عَلَيْهَا، وَلَوْ أَصَابَ الْمُؤْمِنَ مِنْهُمْ شَوْكَةٌ فِي رِجْلِهِ لَكَانَ لَهُ أَجْرٌ عِنْدَ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى كَمَا حَدَّثَ رَسُوْلُهُ.
Dan (karakter mukmin berikutnya adalah) sabar menghadapi musibah, menjauhi keluh kesah dan rasa tidak rida, serta menghadapi musibah dengan kesabaran yang ia harapkan pahalanya di sisi Tuhannya. "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." Bahkan mereka meraih pahala ini dalam hal-hal paling sederhana yang terjadi dalam hidup. Seandainya lampu padam padahal mereka sedang membutuhkannya, mereka menganggapnya sebagai musibah yang berpahala. Bahkan jika seorang mukmin tertusuk duri di kakinya, ia mendapatkan pahala di sisi Allah Tabaraka wa Ta'ala sebagaimana yang disabdakan oleh Rasul-Nya.
مَوْقِفُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ امْرَأَةٍ تَبْكِيْ
Sikap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap Wanita yang Menangis:
وَلَقَدْ مَرَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ تَبْكِيْ عَلَى قَبْرٍ، فَلَمَّا رَأَى كَثْرَةَ بُكَائِهَا دَنَا مِنْهَا وَسَلَّمَ عَلَيْهَا وَقَالَ: "يَا هَذِهِ، اِتَّقِ اللهَ وَاصْبِرِيْ"، وَلَمْ تَعْرِفْ رَسُوْلَ اللهِ، فَرَفَعَتْ رَأْسَهَا وَقَالَتْ: إِنَّهُ لَيْسَ ابْنَكَ أَنْتَ حَتَّى تَتَأَلَّمَ عَلَيْهِ، فَأَنَا أَبْكِيْ عَلَيْهِ. فَسَكَتَ وَمَضَى فِي طَرِيْقِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَذَهَبَتْ إِلَى بَيْتِهِ لِتَعْتَذِرَ إِلَيْهِ، فَقَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ لَمْ أَعْرِفْكَ. تَبَسَّمَ وَقَالَ: "إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُوْلَى
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di atas kuburan. Ketika melihat tangisannya yang tersedu-sedu, beliau mendekat, mengucap salam, dan bersabda: "Wahai Ibu, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." Wanita itu tidak mengenali Rasulullah, ia mengangkat kepalanya dan berkata: "Engkau tidak merasakan pedihnya karena ini bukan anakmu, aku menangisinya." Beliau pun diam dan melanjutkan perjalanan. Kemudian wanita itu (setelah diberitahu orang lain) pergi ke rumah beliau untuk meminta maaf dan berkata: "Wahai Rasulullah, aku tadi tidak mengenalimu." Beliau tersenyum dan bersabda: "Sesungguhnya sabar itu adalah pada hantaman (kejadian) yang pertama."
خَاتِمَةُ الْخُطْبَةِ الْأُوْلَى
Penutup Khutbah Pertama:
ثَبَّتَنَا اللهُ عَلَى الصِّبْغَةِ الْإِيْمَانِيَّةِ، وَرَفَعَنَا فِي الْمَرَاتِبِ الْإِحْسَانِيَّةِ، وَجَعَلَ لَنَا الْمَدَارِكَ الذَّوْقِيَّةَ الْحَقِّيَّةَ، وَأَعَاذَنَا مِنَ التَّبَعِيَّةِ لِأَهْلِ الدَّنِيَّةِ. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَثَبَّتَنَا عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ، وَأَجَارَنَا مِنْ خِزْيِهِ وَعَذَابِهِ الْأَلِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Semoga Allah meneguhkan kita di atas karakter (celupan) iman, mengangkat derajat kita ke tingkatan ihsan, memberikan kita pemahaman rasa yang hakiki, dan melindungi kita dari sikap membebek (mengikuti) orang-orang yang rendah. Semoga Allah memberkahi aku dan kalian dalam Al-Quran yang agung, dan memberi manfaat kepada kita dengan ayat-ayat dan peringatan bijak yang ada di dalamnya. Semoga Dia meneguhkan kita di atas jalan yang lurus dan melindungi kita dari kehinaan serta azab-Nya yang pedih. Aku mengucapkan perkataan ini dan memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung untukku, untuk kalian, untuk orang tua kami, dan seluruh kaum muslimin. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
الْخُطْبَةُ الثَّانِيَةُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ، يَتَقَلَّبُ الْمُؤْمِنُ بِهِ فِي عَجَائِبِ عَطَايَاهُ، وَأُجُوْرِهِ وَهَدَايَاهُ، وَعِنَايَتِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي ظَاهِرِ الْأَمْرِ وَخَفَاهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، سَعِدَ مَنِ اسْتَعَدَّ لِلِقَاهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَقُرَّةَ أَعْيُنِنَا وَنُوْرَ قُلُوْبِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَحَبِيْبُهُ الَّذِي اخْتَصَّهُ وَانْتَقَاهُ
Segala puji bagi Allah, dengannya seorang mukmin berbolak-balik dalam keajaiban pemberian-Nya, pahala-Nya, anugerah-Nya, serta penjagaan-Nya Subhanahu Wa Ta'ala baik secara lahir maupun batin. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Berbahagialah orang yang bersiap untuk berjumpa dengan-Nya. Aku bersaksi bahwa tuan kami, nabi kami, penyejuk mata kami, dan cahaya hati kami, Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya, kekasih-Nya yang telah Dia khususkan dan Dia pilih.
اَلتَّرَفُّقُ فِي الْمَعَاشِ
Bijak dalam Penghidupan:
أَمَّا بَعْدُ،، عِبَادَ اللهِ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. اَلْمُؤْمِنُوْنَ بِالْإِلَهِ الْحَقِّ يَنْصَبِغُوْنَ بِصِبْغَةِ الْحَقِّ: يَقْتَبِسُوْنَ الْعِلْمَ، وَيَصْبَرُوْنَ عَلَى الْمَصَائِبِ، وَيَتَرَفَّقُوْنَ فِي الْمَعَاشِ. لَا يَتَوَسَّعُوْنَ فِي طَلَبِ الْمَعَاشِ لِلْمُفَاخَرَةِ وَالْمُكَاثَرَةِ وَالْمُبَاهَاةِ، وَلَكِنَّهُمْ عَلَى الرِّفْقِ وَالِاقْتِصَادِ وَمَا تَيَسَّرَ. ﴿وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
Adapun setelah itu, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Orang-orang yang beriman kepada Tuhan Yang Hak akan terwarnai dengan karakter kebenaran: Mereka menuntut ilmu, sabar atas musibah, dan bijak dalam penghidupan (nafkah). Mereka tidak berlebih-lebihan dalam mencari materi untuk tujuan kesombongan, bermegah-megahan, atau pamer, namun mereka bersikap lemah lembut, hemat, dan merasa cukup dengan apa yang mudah didapat. "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian."
صِبْغَةُ أَهْلِ النِّفَاقِ
Karakter Ahli Nifak/Munafik:
أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ، وَصِبْغَةُ الْمُنَافِقِيْنَ كَمَا سَمِعْتُمْ: كَذِبٌ فِي الْحَدِيْثِ، لَا يُبَالِي أَنْ يَكْذِبَ عَلَى قَرِيْبِهِ وَعَلَى أَخِيْهِ وَعَلَى ابْنِهِ وَعَلَى زَوْجَتِهِ. قِيْلَ لِرَسُوْلِ اللهِ: أَيَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا؟ قَالَ: "لَا، لَا يَكُوْنُ الْمُؤْمِنُ كَذَّابًا". فَلَا يُطْبَعُ الْمُؤْمِنُ عَلَى الْخِيَانَةِ وَلَا عَلَى الْكَذِبِ قَطُّ، وَمَنْ طُبِعَ عَلَى وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا فَلْيُخَلِّصْ نَفْسَهُ قَبْلَ أَنْ يَمُوْتَ مُنَافِقًا
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, sedangkan karakter orang munafik sebagaimana yang telah kalian dengar: Berdusta dalam perkataan. Ia tidak peduli meskipun harus berbohong kepada kerabatnya, saudaranya, anaknya, maupun istrinya. Pernah ditanyakan kepada Rasulullah: "Mungkinkah seorang mukmin itu pendusta?" Beliau menjawab: "Tidak, seorang mukmin tidak mungkin menjadi pendusta." Maka karakter seorang mukmin tidak akan pernah dicetak di atas pengkhianatan maupun kedustaan. Siapa pun yang memiliki salah satu dari keduanya, maka hendaklah ia membebaskan dirinya sebelum ia mati sebagai orang munafik.
اَلصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَصَلُّوْا عَلَى خَيْرِ مُتَّصِفٍ بِحَمِيْدِ الصِّفَاتِ، سَيِّدِ أَهْلِ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ الْمَصْبُوْغِ بِأَعْلَى مَعَانِي الْعُبُوْدِيَّةِ لَكَ فِي كُلِّ شَأْنٍ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. وَعَلَى الْخَلِيْفَةِ مِنْ بَعْدِهِ سَيِّدِنَا أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ، وَعَلَى أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، وَعَلَى أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، وَعَلَى أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ. وَعَلَى الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ، وَعَلَى أُمِّهِمَا فَاطِمَةَ الزَّهْرَاءِ، وَعَلَى خَدِيْجَةَ وَعَائِشَةَ، وَعَلَى سَائِرِ الصَّحْبِ الْأَكْرَمِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
Maka berselawatlah kalian kepada sebaik-baik hamba yang bersifat dengan sifat-sifat terpuji, pemimpin penduduk bumi dan langit. Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada hamba-Mu yang "tercelup" dengan makna penghambaan tertinggi kepada-Mu dalam setiap urusan, yaitu tuan kami Muhammad. Juga kepada khalifah setelahnya, tuan kami Abu Bakar Ash-Shiddiq, kepada Amirul Mukminin tuan kami Umar bin Khattab, kepada Amirul Mukminin tuan kami Utsman bin Affan, dan kepada Amirul Mukminin tuan kami Ali bin Abi Thalib. Serta kepada Hasan dan Husain, kepada ibu mereka Fatima Az-Zahra, kepada Khadijah dan Aisyah, serta seluruh sahabat yang mulia dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.
اَلدُّعَاءُ
Doa
اَللَّهُمَّ انْظُرْ إِلَيْنَا وَإِلَى الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاصْبَغْنَا بِصِبْغَةِ الْإِيْمَانِ وَالْيَقِيْنِ، وَاجْعَلْنَا فِي الْهُدَاةِ الْمُهْتَدِيْنَ. اَللَّهُمَّ ﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Ya Allah, pandanglah kami dan orang-orang mukmin, celuplah kami dengan celupan iman dan keyakinan, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memberi petunjuk lagi mendapat petunjuk. Ya Allah, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." Ya Allah, ampunilah mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Maka ingatlah Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingatmu. Bersyukurlah atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambah nikmat-Nya padamu. Dan sungguh, mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya).
Diterjemahkan dari:
https://alhabibumar.com/المواد-التعليمية/الخطب/خطب-الجمعة/صبغة-المؤمن-في-حاله-وحياته-وصبغة-المنافق
Komentar
Posting Komentar