Langsung ke konten utama

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu:

إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ )
"Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka)."

وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ
"Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'."

اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar


مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ

(Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?)


وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ

(Dan bagi mata ini, air matanya meluap deras, tertumpah bagaikan curahan hujan lebat yang tak kunjung usai.)


زُرْنَا عَلَى الْأَحْبَابِ لَمَّا فَارَقُوْا ... وَتَرَحَّلُوْا عَنْ مَرْجِعِيْ وَجِوَارِيْ

(Kami meratapi para kekasih saat mereka berpisah, mereka berpindah dari tempat kembaliku dan lingkunganku.)


وَسَرَتْ بِهِمْ تَجُبُّ الرَّكَائِبُ تَرْتَمِيْ ... وَتَؤُمُّ دَارًا بُوْرِكَتْ مِنْ دَارِيْ

(Kafilah pun membawa mereka pergi melintasi daratan, menuju sebuah negeri yang lebih diberkahi daripada negeriku.)


هٰذَا الَّذِي بَعَثَ الشُّجُوْنَ وَهَاجَهَا ... وَأَصَارَنِيْ لَا يَسْتَقِرُّ قَرَارِيْ

(Inilah yang membangkitkan dan mengobarkan kesedihan, menjadikanku dalam keadaan yang tak lagi tenang.)


يَا حَسْرَتِيْ مِنْ بَعْدِهِمْ يَا لَوْعَتِيْ ... يَا طُوْلَ حُزْنِيْ لِانْتِزَاحِ مَزَارِيْ

(Duhai malangnya aku setelah kepergian mereka! Duhai kepedihanku! Betapa panjang kesedihanku karena jauhnya tempat yang aku tuju.)


يَا كُرْبَتِيْ يَا غُرْبَتِيْ يَا وَحْدَتِيْ يَا وَحْشَتِيْ يَا حَيْرَتِيْ بِقِفَارِيْ

(Wahai dukaku, wahai keterasinganku, wahai kesendirianku, wahai kesepianku, wahai kebingunganku di tengah padang yang luas ini!)


لَهْفِيْ عَلَى ظَبْيِ النَّقَا وَمَحْجَرِيْ ... وَغَزَالِ نَجْدٍ مُنْتَهَى أَوْطَارِيْ

(Rinduku tertuju pada kekasih di tanah berpasir dan tempat perlindunganku, sang kekasih dari Najd yang merupakan puncak segala keinginanku.)


مِسْكِيَّةُ الْأَنْفَاسِ ذَاتُ مَحَاسِنٍ ... تَنْمِي اللَّبِيْبَ حَمِيْدَةُ الْآثَارِ

(Sosok yang nafasnya seharum kasturi, memiliki keindahan yang menambah kebijaksanaan orang yang berakal, serta jejak-jejaknya terpuji.)


قَدْ كَانَ أُنْسِيْ فِي الْوُجُوْدِ وُجُوْدُهَا ... بِشَمَائِلٍ مِثْلَ النَّسِيْمِ السَّارِيْ

(Dahulu, ketenanganku di dunia ini adalah karena kehadirannya, dengan perangai yang lembut bagaikan angin sepoi di malam hari.)


أَلِفَ الرُّبُوْعَ وَصَارَ فِيْهَا آنِسًا ... لَا تَعْتَرِيْهِ خَوَاطِرُ الْأَسْفَارِ

(Ia telah terbiasa dengan kediaman ini dan merasa tenang di dalamnya, tanpa terganggu oleh pikiran untuk melakukan perjalanan.)


حَتَّى أَتَاهُ مِنَ الْمُقَدَّرِ مُزْعِجٌ ... وَالْكَوْنُ دَوَّارٌ مَعَ الْأَقْدَارِ

(Hingga datanglah kepadanya ketetapan takdir yang mengusik, karena alam semesta ini memang selalu berputar bersama takdir-takdir-Nya.)


فَمَضَى عَلَى وَجْهِ السَّبِيْلِ مُيَمِّمًا ... لِمَهَابِطِ الْأَنْوَارِ مِنْ بَشَّارِ

(Maka ia pun pergi menempuh jalan, menuju tempat turunnya cahaya-cahaya di wilayah Bashar.)


وَبَقِيْتُ مُضْطَرِبَ الْجَوَانِحِ بَعْدَهُ ... مُتَشَوِّشَ الْإِعْلَانِ وَالْأَسْرَارِ

(Dan aku tetap tinggal dengan hati yang gelisah setelahnya, kacau dalam urusan nyata maupun rahasia.)


يَا ظَبْيَ عَيْدِيْدَ الْمُبَارَكِ عَوْدَةٌ ... يَحْيَا بِهَا دَنِفٌ أَخُوْ تَذْكَارِ

(Wahai kekasih dari lembah 'Idid yang diberkahi, kembalilah! Agar hidup kembali seseorang yang sedang menderita karena terlalu banyak mengenang.)


تَجْرِي مَدَامِعُهُ إِذَا جَنَّ الدُّجَى ... وَيَحِنُّ بِالْآصَالِ وَالْأَبْكَارِ

(Air matanya mengalir saat kegelapan malam tiba, dan ia merintih rindu di waktu senja maupun pagi hari.)


أَسَفًا عَلَيْكَ وَحَسْرَةً وَتَوَجُّعًا ... وَالْأَمْرُ لِلّٰهِ الْعَزِيْزِ الْبَارِيْ

(Duka cita untukmu, penyesalan, dan rasa sakit! Namun segala urusan adalah milik Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Pencipta.)


يَا قَلْبُ لَا تَجْزَعْ وَكُنْ مُتَصَبِّرًا ... مُتَوَقِّرًا فِي كُلِّ خَطْبٍ طَارِيْ

(Wahai hati, janganlah berputus asa, jadilah sosok yang penyabar dan tetap berwibawa dalam menghadapi setiap musibah yang datang.)


مُنْتَظِرًا مُتَوَقِّعًا مُتَرَجِّيًا ... مُتَرَقِّبًا لِلطَّائِفِ الْجَبَّارِ

(Tetaplah menanti, berharap, mendamba, dan mengamati kelembutan-kelembutan dari Yang Maha Kuasa.)


اَلْوَاحِدُ الْمَلِكُ الرَّفِيْعُ جَلَّ جَلَالُهُ ... مُتَوَاصِلُ الْإِحْسَانِ وَالْإِبْرَارِ

(Zat Yang Esa, Raja Yang Maha Tinggi—Jalla Jalaluhu—Yang terus-menerus memberikan kebaikan dan kebajikan.)


رَبٌّ رَحِيْمٌ مُخْلِفٌ وَمُعَوِّضٌ ... مَا فَاتَ بِالْأَضْعَافِ وَالْإِكْثَارِ

(Tuhan Yang Maha Penyayang, yang memberikan ganti dan kompensasi atas apa yang hilang dengan berlipat ganda.)


وَإِذَا الْحَوَادِثُ وَالْخُطُوْبُ تَنَكَّرَتْ ... فَافْزَعْ إِلَى جَاهِ النَّبِيِّ الْمُخْتَارِ

(Jika peristiwa dan musibah datang menghimpit, maka larilah memohon perlindungan kepada keagungan kedudukan Nabi yang Terpilih.)


اَلْمُصْطَفَى هَادِي الْأَنَامِ إِلَى الْهُدَى ... زَيْنُ الْوُجُوْدِ وَخِيْرَةُ الْأَخْيَارِ

(Al-Mustafa, sang pemberi petunjuk bagi manusia, perhiasan alam semesta, dan manusia pilihan dari yang terbaik.)


اَلْمُجْتَبَى الْمُنْتَقَى مِنْ هَاشِمٍ ... بَحْرُ النَّدَى وَالْفَضْلِ وَالْإِيْثَارِ

(Manusia pilihan yang terpilih dari Bani Hashim, samudera kedermawanan, keutamaan, dan sikap mendahulukan orang lain.)


وَمُحَمَّدٌ الْمَحْمُوْدُ ذِي الْجَاهِ الَّذِي ... وَسِعَ الْبَرَايَا سَيِّدُ الْأَبْرَارِ

(Beliau adalah Muhammad yang terpuji, yang memiliki kedudukan luas bagi seluruh makhluk, tuannya orang-orang yang berbakti.)


خَيْرُ الْوَرَى وَمَلَاذُ كُلِّ مُؤَمِّلٍ ... وَمُدَمِّرُ الطَّاغِيْنَ وَالْكُفَّارِ

(Sebaik-baik manusia dan tempat berlindung bagi setiap orang yang berharap, serta penghancur bagi orang-orang zalim.)


وَمُقَدَّمُ الرُّسُلِ الْكِرَامِ إِمَامُهُمْ ... وَخِتَامُهُمْ مِنْ غَيْرِ مَا إِنْكَارِ

(Pemimpin para Rasul yang mulia, imam bagi mereka, dan penutup mereka tanpa ada pengingkaran.)


قَدْ خَصَّهُ الرَّبُّ الْكَرِيْمُ بِقُرْبِهِ ... وَرِضَاهُ وَالْغُفْرَانِ وَالْأَسْرَارِ

(Tuhan Yang Maha Mulia telah mengistimewakannya dengan kedekatan kepada-Nya, keridaan-Nya, ampunan, serta rahasia-Nya.)


وَبِلَيْلَةِ الْمِعْرَاجِ لَمَّا أَنْ رَقَى ... أَعْلَى الذُّرَى فِي حَضْرَةِ الْقَهَّارِ

(Dan pada malam Mi'raj saat beliau naik menuju puncak tertinggi di hadapan Zat Yang Maha Memaksa.)


وَمَرَاتِبٍ وَمَنَاقِبٍ وَفَضَائِلٍ ... وَوَسَائِلٍ مَرْفُوْعَةِ الْمِقْدَارِ

(Serta kedudukan, kemuliaan, keutamaan, dan wasilah yang luhur derajatnya.)


يَا سَيِّدِي يَا سَنَدِي يَا عُمْدَتِي ... يَا عُدَّتِي فِي يُسْرَتِي وَعَسَارِي

(Wahai tuanku, wahai sandaranku, wahai tiang penyanggaku, wahai persiapanku di kala lapang maupun sempitku.)


يَا مَفْزَعِي عِنْدَ الْكُرُوْبِ وَمَلْجَئِي ... عَنِ الْخُطُوْبِ وَخَشْيَةِ الْإِضْرَارِ

(Wahai tempat pengaduanku saat duka mendalam, pelindungku dari musibah dan dari rasa takut akan bahaya.)


يَا عِصْمَتِي يَا قُوَّتِي يَا نُصْرَتِي ... يَا مُنْجِدِي يَا مُنْقِذِي يَا جَارِي

(Wahai penjagaku, wahai kekuatanku, wahai penolongku, wahai pembelaku, wahai penyelamatku, wahai tetanggaku.)


يَا سَيِّدَ الشُّفَعَاءِ أَدْرِكْنِي فَقَدْ ... أَصْبَحْتُ فِي بَحْرِ الْأَسَى مُتَوَارِي

(Wahai tuan para pemberi syafaat, tolonglah aku! Sungguh aku telah tenggelam dalam samudera kesedihan.)


وَعَلَيَّ مِنْ لَيْلِ الْغُمُوْمِ دُجْنَةٌ ... أَمْسَيْتُ فِيْهَا حَائِرَ الْأَفْكَارِ

(Di atasku ada kegelapan dari malam penuh duka, di mana aku berada di dalamnya dengan pikiran yang bimbang.)


وَبِقَلْبِي الْوَجْدُ الَّذِي مَا زَالَ فِي ... سَوْدَائِهِ مُتَأَجِّجًا كَالنَّارِ

(Dan di hatiku ada rasa rindu yang mendalam, yang terus berkobar di relung terdalamnya bagaikan api.)


مِنْ فِرْقَةِ الْأَحْبَابِ وَالْأَلَّافِ لِي ... مَعَ قِلَّةِ الْأَعْوَانِ وَالْأَنْصَارِ

(Karena perpisahan dengan para kekasih dan teman karibku, sementara aku kekurangan pembela dan penolong.)


قُمْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ بِي وَتَوَلَّنِي ... وَاشْفَعْ إِلَى الرَّحْمٰنِ فِي أَوْزَارِي

(Bangkitlah untukku wahai Rasulullah, uruslah keadaanku, dan berilah syafaat kepada Yang Maha Pengasih atas dosa-dosaku.)


وَاسْأَلْهُ كَشْفَ مُهِمَّتِي وَمُلِمَّتِي ... وَقَضَاءَ حَاجَاتِي وَسِتْرَ عَوَارِي

(Dan mintalah kepada-Nya untuk menghilangkan kesusahanku, memenuhi hajat-hajatku, serta menutupi aib-aibku.)


وَصَلَاحَ حَالَتِي وَحُسْنَ عَوَاقِبِي ... وَسَدَادَ خَاتِمَتِي وَحُسْنَ جِوَارِي

(Serta perbaikan keadaanku, akhir yang baik (husnul khatimah), dan ketetapan yang baik bagi tempat tinggalku kelak.)


وَدَوَامَ عَافِيَةٍ وَعَفْوٍ شَامِلٍ ... وَكَمَالِ تَوْفِيْقٍ وَلُطْفٍ جَارِي

(Serta kesehatan yang berkesinambungan, ampunan yang menyeluruh, kesempurnaan taufik, dan kelembutan Allah.)


وَعَلَيْكَ صَلَّى اللّٰهُ يَا عَلَمَ الْهُدَى ... مَا هَبَّتِ النَّسَمَاتُ بِالْأَسْحَارِ

(Dan atasmu semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya, wahai panji petunjuk, selama angin pagi masih bertiup di waktu sahur.)


وَالْآلِ وَالصَّحْبِ الْكِرَامِ وَتَابِعٍ ... مَا غَنَّتِ الْأَطْيَارُ فِي الْأَشْجَارِ

(Juga atas keluarga, para sahabat yang mulia, dan para pengikut, selama burung-burung masih berkicau di pepohonan.)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...