Langsung ke konten utama

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

 


Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu.

إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala."

فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ.

​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَهُ فِي عِلِّيِّينَ وَيَحْشُرَهُ مَعَ جَدِّهِ المُصْطَفَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنْ يُلْهِمَ آلَهُ وَذَوِيهِ وَمُحِبِّيهِ الصَّبْرَ وَالسُّلْوَانَ

Dengan hati yang pedih dan jiwa yang bersedih, kami menerima kabar wafatnya Al-Habib Umar rahimahullah ta'ala (semoga Allah merahmatinya), dari keluarga Ba'alawi, serta (salah satu) ahli zuhud dan pendakwahnya. Sungguh beliau rahimahullah adalah teladan bagi orang-orang saleh, penyeru kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, teguh di atas manhaj (jalan) para Salaf (terdahulu yang saleh), menjadi rahmat bagi sesama makhluk, dan menjadi sebab tersebarnya kebaikan di banyak penjuru.

​Dengan kepergiannya, umat telah kehilangan satu panji dari panji-panji hidayah, dan kehilangan seorang lelaki saleh yang banyak berdoa dan memberi manfaat. Kami memohon kepada Allah Ta'ala agar meliputinya dengan rahmat yang luas, mengangkat derajatnya di Illiyyin (tempat tertinggi di surga), mengumpulkannya bersama kakeknya Al-Musthafa (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wa sallam, serta mengilhamkan kesabaran dan penghiburan bagi keluarga, kerabat, dan para pecintanya.

الحُزْنُ فِي النَّفْسِ أَرْسَى سَفِينَتَهُ ... وَالقَلْبُ مِنْ فَقْدِ العَزِيزِ فِي كَمَدِ

تَبْكِي المَدَامِعُ وَالوِجْدَانُ مُنْفَطِرٌ ... وَالنَّفْسُ مِنْ حُرْقَةِ الجَوَى فِي كَبَدِ

أَبْكِي عَلَى نَفْسٍ بِالطُّهْرِ مُوَشَّحَةٍ ... أَبْكِي عَلَى قَلْبٍ أَنْقَى مِنَ البَرَدِ

لَوْ لَمْ تَكُنْ سُنَّةُ اللهِ فِي البَشَرِ ... لَمَا أَوْدَعْنَاكَ فِي ظُلْمَةِ اللَّحْدِ

دَعَوْتُ رَبِّي دُعَاءً صَادِقًا أَبَدًا ... رَجَوْتُهُ وَالدَّمْعُ يَجْرِي بِلَا عَدَدِ

أَنْ يَجْعَلَ القَبْرَ الَّذِي أَنْتَ سَاكِنُهُ ... رِيَاضَ جَنَّاتٍ تَلْقَى بِهَا السَّعْدَ

المَوْتُ حَقٌّ، وَكُلُ الخَلْقِ ذَائِقُهُ ... وَاللهُ يَجْمَعُنَا فِي جَنَّةِ الخُلْدِ

Kesedihan telah melabuhkan kapalnya di dalam jiwa... dan hati berada dalam kepedihan mendalam karena kehilangan sosok terkasih.

​Air mata menangis dan nurani terbelah... dan jiwa menderita kepayahan karena panasnya kerinduan (kesedihan).

​Aku menangisi jiwa yang berhiaskan kesucian... Aku menangisi hati yang lebih jernih daripada air sejuk (embun).

​Seandainya bukan karena sunnatullah (hukum Allah) pada manusia... niscaya kami tidak akan meletakkanmu dalam kegelapan liang lahat.

​Aku berdoa kepada Tuhanku dengan doa yang tulus selamanya... Aku memohon kepada-Nya sementara air mata mengalir tiada terhitung.

​Agar Dia menjadikan kubur yang engkau huni... sebagai taman-taman surga tempat engkau menjumpai kebahagiaan.

​Kematian adalah hak (pasti), dan setiap makhluk akan merasakannya... dan semoga Allah mengumpulkan kita di surga yang kekal.



إِنَّا لِلهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
​١٣ جُمَادَى الثَّانِي ١٤٤٧ هـ
كَتَبَهُ بِتَعْزِيَةٍ صَادِقَةٍ
فَجْرِي مَالِك إِبْرَاهِيم
(كَاكَا القُدْوَة)

Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
​13 Jumadil Akhir 1447 H
Ditulis dengan belasungkawa yang tulus,
Fajri Malik Ibrahim
(Kaka Al-Qudwah)


Sumber: Halaman Facebook Ustadz Kaka Al-Qudwah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...