Langsung ke konten utama

Adab dan Rahasia Sholawat

 Adab dan Rahasia Salawat

​قَالَ سَيِّدِي عَبْدُ الْوَهَّابِ الشَّعْرَانِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: اسْتَعْجَلْتُ مَرَّةً فِي وِرْدِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ ﷺ لِأُكْمِلَ وِرْدِي وَكَانَ أَلْفًا، فَرَأَيْتُهُ ﷺ فَقَالَ لِي: أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْعَجَلَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ؟ ثُمَّ قَالَ: قُلِ اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِتَمَهُلٍ وَتَرْتِيْلٍ إِلَّا إِذَا ضَاقَ الْوَقْتُ فَمَا عَلَيْكَ إِذَا عَجِلْتَ.

​"Sidi Abdul Wahab Asy-Sya'rani—semoga Allah meridainya—berkata: 'Suatu kali aku terburu-buru dalam membaca wirid sholawat kepada Nabi ﷺ agar segera menyelesaikan targetku yang berjumlah 1.000 kali. Lalu aku bermimpi melihat beliau ﷺ, dan beliau bersabda kepadaku: 'Tidakkah engkau tahu bahwa terburu-buru itu berasal dari setan?' Kemudian beliau bersabda: 'Ucapkanlah: Allahumma salli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad dengan pelan dan tartil (jelas), kecuali jika waktu memang sempit, maka tidak mengapa bagimu jika bergegas.'"

​ثُمَّ قَالَ: {وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ}. قَالَ قَتَادَةُ وَالْحَسَنُ وَزَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ: {قَدَمَ صِدْقٍ}: هُوَ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ ﷺ شَفَعَ لَهُمْ. (لِشِفَاءِ لِلْقَاضِي عِيَاضٍ).

​"Kemudian beliau ﷺ membacakan ayat: (Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa bagi mereka ada 'Qadam Sidq' di sisi Tuhan mereka) (QS. Yunus: 2). Qatadah, Al-Hasan, dan Zaid bin Aslam berkata: 'Qadam Sidq' (kedudukan yang benar/mulia) itu adalah junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ yang memberikan syafaat bagi mereka. (Dikutip dari kitab Asy-Syifa karya Qadhi 'Iyadh)."

​وَقَالَ شَيْخُنَا أَبُوْ طَالِبٍ الْمَكِّيُّ رَحِمَهُ اللهُ: مَا رَأَيْتُ لِأَهْلِ الْقُلُوْبِ أَنْفَعَ، وَلَا أَسْرَعَ قَبُوْلًا، وَلَا أَيْسَرَ دُخُوْلًا عَلَى اللهِ مِنْ دَوَامِ الصَّلَاةِ عَلَى نَبِيِّهِ الْمُخْتَارِ، فَمَنْ وُفِّقَ إِلَيْهَا فَقَدْ فُتِحَ لَهُ بَابُ الْقُرْبِ.

​"Guru kami, Abu Thalib Al-Makki—semoga Allah merahmatinya—berkata: 'Aku tidak melihat sesuatu pun yang lebih bermanfaat bagi para pemilik hati, tidak ada yang lebih cepat membuahkan pengabulan, dan tidak ada yang lebih mudah untuk 'masuk' menghadap Allah selain konsistensi (dawam) dalam bersholawat kepada Nabi-Nya yang terpilih. Maka barang siapa yang dianugerahi taufik untuk mengamalkannya, sungguh telah dibukakan baginya pintu kedekatan (kepada Allah).'"

​هُوَ الْمِنَّةُ الْعُظْمَى، ذُوْ الشَّفَاعَةِ الْكُبْرَى، صَاحِبُ الْوَجَاهَةِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ سَيِّدُنَا النَّبِيُّ ﷺ.

​"Beliau adalah anugerah terbesar, pemilik syafaat yang agung, pemilik kedudukan yang mulia di dunia dan akhirat, yakni junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ."

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِأَحَبِّ وَأَعْظَمِ وَأَكْمَلِ وَأَتَمِّ صَلَاةٍ عِنْدَكَ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسَعَهُ عِلْمُكَ يَا عَلِيْمُ، وَعَدَدَ مَا وَسَعَتْهُ رَحْمَتُكَ يَا رَحِيْمُ، وَعَدَدَ مَا وَسَعَهُ سَمْعُكَ وَبَصَرُكَ يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ.

​"Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dengan sholawat yang paling Engkau cintai, paling agung, paling sempurna, dan paling paripurna di sisi-Mu. Dan limpahkanlah salam kepadanya serta keluarganya di setiap kerlingan mata dan hembusan napas, sebanyak apa yang diliputi oleh ilmu-Mu wahai Yang Maha Mengetahui, sebanyak apa yang diliputi oleh rahmat-Mu wahai Yang Maha Penyayang, dan sebanyak apa yang diliputi oleh pendengaran dan penglihatan-Mu wahai Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِقَدْرِ مَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِقَدْرِ مَا نُحِبُّهُ وَنَهْوَاهُ، وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَكْرَمْنَا بِشَفَاعَتِهِ وَرُؤْيَاهُ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَكُلِّ مَنْ وَالَاهُ.

​"Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad sebanyak kadar cinta dan rida-Mu kepadanya. Limpahkanlah pula sholawat kepadanya sebanyak kadar cinta dan kerinduan kami kepadanya. Limpahkanlah sholawat kepadanya dan muliakanlah kami dengan syafaat serta perjumpaan dengannya. Serta limpahkanlah salam kepadanya, keluarganya, dan setiap orang yang mencintainya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...