Langsung ke konten utama

Tentang Tasbih Fisik dan Tasbih Digital

 

مِنْ كَرَامَاتِ الصَّلَاةِ الَّذِي نَقَلَهُ لَنَا بَعْضُ الْمُحِبِّيْنَ مَا ذَكَرَهُ فَضِيْلَةُ الشَّيْخِ مُحَمَّد الزُّبَيْر الْحَسَّانِي:- أَنَّ بَعْضَ الْمُحِبِّيْنَ أَرَادَ أَنْ يَجْعَلَ وِرْدًا كَبِيْرًا يَعْنِي شِبْهَ خَلْوَةٍ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، اسْتَأْذَنَنَا أَنْ تَكُوْنَ لَهُ فِي الْيَوْمِ عَشَرَةُ آلَافِ (١٠٠٠٠) صَلَاةٍ أُمِّيَّةٍ كُلَّ يَوْمٍ. فَلَمَّا رَأَى الْعَدَدَ كَبِيْرًا نَوْعًا مَا طَوِيْلًا قَامَ يَذْكُرُ بِالسُّبْحَةِ الْإِلِكْتُرُوْنِيَّةِ. هٰذِهِ دَخَلْتُ خَلْوَةً وَخَلَاصْ وَأَنِي جَالِسٌ بِالسُّبْحَةِ الْإِلِكْتُرُوْنِيَّةِ، وَهٰذَا مُحِبٌّ وَمَا شَاءَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عِنْدَهُ شَفَافِيَّةٌ وَعِنْدَهُ رُؤًى حَسَنَةٌ وَعِنْدَهُ حَدْسٌ فِي الْيَقَظَةِ. قَالَ: بَدَيْتُ بِالسُّبْحَةِ الْإِلِكْتُرُوْنِيَّةِ وَحَاطِطِ السُّبْحَةَ الْعَادِيَّةَ وَحْدَهَا، وَأَنَا اسْتَمَعْتُ فِي أَنِيْنٍ. تَعَجَّبْتُ بِأَنَّهُ مَا مَعِي وَاحِدٌ فِي الْغُرْفَةِ، فَأَنْطَقَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى السُّبْحَةَ وَحْدَهَا قَالَتْ لَهُ: لِمَاذَا أَحْرَمْتَنِي مِنَ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى؟ إِعَادَةٌ عَلَيْهِ هٰذِهِ الرُّؤْيَا الْيَقَظَةُ. قُلْتُ لَهُ: بَسْ أَنَا أَتَحَدَّثُ مَعَهَا أَنَّكَ تُصَلِّي بِتِلْكَ السُّبْحَةِ وَلَوْ كَانَ فِيْهَا ثِقْلٌ عَلَيْكَ لِأَنَّهَا وَحْدَهَا نَطَقَتْ. وَكَانَتْ حَادِثَةً مَا تُسَمَّى بِمُعْجِزَةِ الْجِذْعِ، هِيَ لَيْسَتْ بِمُعْجِزَةٍ وَلٰكِنَّهَا حِكَايَةُ مَحَبَّةٍ وَقِصَّةُ مَحَبَّةٍ مَعَ سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهَا سَتَبْقَى مَا دَامَتِ الْأَشْيَاءُ مُحِبَّةً لِسَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى. وَهٰذِهِ السُّبْحَةُ لِتَعَلُّقِهَا بِسَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَتْ لَهُ: خَلِّيْنِي مُكَمِّلٌ مَعَاكَ الصَّلَاةَ وَالسَّلَامَ عَلَى سَيِّدِنَا رَسُوْلِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى. أَكْثِرُوْا بَارَكَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْكُمْ فِي الْيَوْمِ وَاللَّيْلَةِ هٰذِهِ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيْهِ بِتَوْفِيْقِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلُّهُ بِتَوْفِيْقِ اللهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.


​"Di antara karamah sholawat yang disampaikan kepada kami oleh sebagian pecintanya adalah apa yang disebutkan oleh Fadilah Syeikh Muhammad Az-Zubair Al-Hassani: Bahwa seorang pecinta Baginda Nabi ingin menetapkan sebuah wirid besar, semacam khulwah (penyendirian ibadah) dengan bersholawat dan bersalam kepada Baginda Rasulullah. Ia meminta izin kepada kami untuk membaca 10.000 sholawat Ummiyah setiap harinya. Ketika ia melihat jumlah tersebut cukup besar dan memakan waktu lama, ia pun mulai berzikir menggunakan tasbih elektronik. Ia berkata: 'Aku sudah masuk ke ruang khulwah dan mulai duduk berzikir dengan tasbih elektronik.' Orang ini adalah seorang pecinta Nabi yang—atas kehendak Allah Tabaraka Wa Ta'ala—memiliki kebeningan jiwa (shafafiyyah), sering mendapatkan mimpi baik, dan memiliki firasat yang kuat dalam keadaan terjaga.

​Ia bercerita: 'Aku memulai dengan tasbih elektronik, sementara tasbih fisik (biasa) aku letakkan sendirian di samping. Tiba-tiba aku mendengar suara rintihan. Aku terheran-heran karena tidak ada seorang pun bersamaku di dalam kamar.' Maka Allah Tabaraka Wa Ta'ala menjadikan tasbih fisik itu berbicara: 'Mengapa engkau mengharamkan aku (tidak melibatkanku) dari bersholawat dan bersalam kepada Baginda Rasulullah?' Kejadian nyata (yaqhazah) ini terulang padanya. Aku (Syeikh) berkata kepadanya: 'Gunakanlah tasbih fisik itu meskipun terasa berat bagimu, karena ia telah berbicara sendiri.' Peristiwa ini mirip dengan mukjizat batang kurma yang menangis; meski ini bukan mukjizat nabi, namun ini adalah hikayat dan kisah cinta kepada Baginda Rasulullah yang akan terus ada selama benda-benda mencintai beliau. Tasbih ini, karena keterikatannya dengan Baginda Rasulullah, berkata: 'Biarkan aku ikut menyempurnakan sholawat bersamamu.' Perbanyaklah sholawat di hari dan malam ini dengan taufik Allah Tabaraka Wa Ta'ala, karena semuanya adalah atas taufik Allah Subhanahu wa Ta'ala."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...