Langsung ke konten utama

Matahari Syam: Sayyidi Syekh Badruddin Al-Hasani Radhiyallahu'anhu

 Matahari Syam: Sayyidi Syekh Badruddin Al-Hasani Radhiyallahu'anhu

​أَحَدُ الْعُلَمَاءِ الْأَفْغَانِيِّيْنَ ذَهَبَ لِزِيَارَةِ الْمَدِيْنَةِ الْمُنَوَّرَةِ، وَكَانَ كَثِيْرَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَفِي إِحْدَى زِيَارَاتِهِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ عِنْدَ قَبْرِهِ الشَّرِيْفِ وَأَخَذَ يَبْكِي بِشَوْقٍ وَلَهْفَةٍ وَيَدْعُو اللّٰهَ أَنْ يُلْهِمَهُ الصَّلَاةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيْغَةٍ يُحِبُّهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَسْعَدُ بِهَا وَتَكُونُ سَبَبًا لِلْوِصَالِ وَالْقُرْبِ، فَأَخَذَتْهُ سِنَةٌ شَاهَدَ فِيْهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَأَلَهُ: كَيْفَ تُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ؟ فَقَالَ لَهُ: اِذْهَبْ إِلَى الشَّامِ وَاسْأَلْ عَنْ شَمْسِ الشَّامِ بَدْرِ الدِّيْنِ الْحَسَنِيِّ وَاسْأَلْهُ كَيْفَ يُصَلِّي عَلَيَّ.

"Seorang ulama asal Afghanistan pergi berziarah ke Madinah al-Munawwarah; ia adalah sosok yang sangat banyak membaca salawat kepada Nabi—semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan kepadanya. Dalam salah satu kunjungannya kepada Nabi, ia duduk di dekat kubur beliau yang mulia sambil menangis karena rindu dan asmara yang mendalam, lalu berdoa kepada Allah agar mengilhaminya sebuah redaksi salawat yang dicintai oleh Nabi, yang membuat beliau bahagia, serta menjadi sebab bagi ketersambungan (wishal) dan kedekatan. Kemudian ia tertidur sejenak dan bermimpi melihat Nabi, lalu ia bertanya: 'Bagaimanakah engkau suka aku membacakan salawat untukmu?' Nabi menjawab: 'Pergilah ke Syam dan tanyakanlah (cari tahu) tentang Matahari Syam, Badruddin al-Hasani, serta tanyakanlah kepadanya bagaimana ia bersalawat kepadaku'."

​قَالَ: لَمَّا أَتَيْتُ الشَّامَ وَسَأَلْتُ عَنِ الشَّيْخِ بَدْرِ الدِّيْنِ الْحَسَنِيِّ دُلِلْتُ عَلَى الْجَمَاعَةِ الَّتِي هُوَ جَالِسٌ فِيْهَا، فَأَتَيْتُ وَسَأَلْتُ عَنْهُ، فَقَالَ بَدْرُ الدِّيْنِ: تَفَضَّلْ يَا بُنَيَّ. فَقُلْتُ لَهُ: إِنَّ النَّبِيَّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَرْسَلَنِي إِلَيْكَ وَقَالَ: اِذْهَبْ إِلَى شَمْسِ الشَّامِ بَدْرِ الدِّيْنِ – وَمَا أَنْ سَمِعَ ذٰلِكَ حَتَّى فَاضَتْ عَيْنَاهُ بِالدُّمُوْعِ أَنْ قَالَ عَنْهُ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَمْسَ الشَّامِ – وَاسْأَلْهُ كَيْفَ هِيَ الصَّلَاةُ الَّتِي تُصَلِّي بِهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَقَالَ:

"Ulama itu berkata: 'Ketika aku sampai di Syam dan menanyakan perihal Syekh Badruddin al-Hasani, aku diarahkan menuju sebuah kumpulan orang yang mana beliau sedang duduk di dalamnya. Aku pun mendatangi dan menanyakannya, lalu Syekh Badruddin berkata: 'Silakan masuk, wahai anakku'. Aku berkata kepadanya: 'Sesungguhnya Nabi—atasnya rahmat dan salam—telah mengutusku kepadamu dan bersabda: Pergilah kepada Matahari Syam, Badruddin'—begitu mendengar hal itu, air mata beliau pun mengalir deras karena Rasulullah menyebutnya sebagai Matahari Syam—'dan tanyakan padanya bagaimana ia bersalawat kepada Nabi'. Maka Syekh menjawab:"

​"اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الْحَبِيْبِ الْمَحْبُوْبِ الْعَالِي الْقَدْرِ الْعَظِيْمِ الْجَاهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ"

"Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sang Nabi yang Ummi, sang kekasih yang dicintai, yang luhur kedudukannya, dan yang agung kewibawaannya di sisi-Mu; serta kepada keluarga dan para sahabatnya, dan limpahkanlah keselamatan".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...