Langsung ke konten utama

Laporan Ceramah Sayyidi Al-Habib Umar bin Hafidz (13 Rabi'il Akhir 1437 H)

 

نَظَّمَتْ مَجْمُوْعَةُ الِاهْتِمَامِ بِشَبَابِ حَارَاتِ تَرِيْم، وَبِالتَّنْسِيْقِ مَعَ مَجْمُوْعَةِ الِاهْتِمَامِ بِحَارَةِ عِيْدِيْد الْقَبْلِيَّةِ وَمَجْمُوْعَةٍ مِنَ الْفِرَقِ الرِّيَاضِيَّةِ بِحَارَةِ عِيْدِيْد الْقَبْلِيَّةِ مُحَاضَرَةً لِلْعَلَّامَةِ الْحَبِيْبِ عُمَرَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَفِيْظ بِعُنْوَانِ: رَسُوْلُ الْمَحَبَّةِ وَالسَّلَامِ. لَيْلَةَ السَّبْتِ ١٣ رَبِيْعِ الثَّانِي ١٤٣٧هـ فِي تَقَاطُعِ شَارِعِ السِّتِّيْنَ بِحَارَةِ عِيْدِيْد الْقَبْلِيَّةِ بِمَدِيْنَةِ تَرِيْم.

​Kelompok Kepedulian Pemuda Lingkungan Tarim, berkoordinasi dengan Kelompok Kepedulian Lingkungan Aidid Qabliyah dan sejumlah tim olahraga setempat, menyelenggarakan ceramah oleh Al-`Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz yang berjudul: "Rasulullah: Utusan Cinta dan Kedamaian". Acara berlangsung pada malam Sabtu, 13 Rabi'ul Akhir 1437 H, bertempat di persimpangan Jalan Sittin, lingkungan Aidid Qabliyah, Kota Tarim.

​وَقَدْ خَاطَبَ الْحَبِيْبُ عُمَرُ فِيْهَا الْمُؤْمِنِيْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ لِيُسَلِّمُوْا قِيَادَتَهُمْ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَرَفْضِ كُلِّ دَعْوَةٍ مُخَالِفَةٍ لِمَنْهَجِهِ بِاسْمِ اقْتِصَادٍ أَوْ فِكْرٍ أَوْ تَطَوُّرٍ فَالرُّشْدُ بِطَاعَتِهِ، وَالْخَيْرُ فِي تَنْفِيْذِ أَمْرِهِ، وَأَمَّا الْخُرُوْجُ عَنْ سُنَّتِهِ فَهُوَ الْهَلَاكُ وَالْفَسَادُ.

​Dalam ceramahnya, Al-Habib Umar menyeru orang-orang beriman kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala dan Rasul-Nya untuk menyerahkan kepemimpinan hidup mereka sepenuhnya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Beliau mengajak untuk menolak setiap seruan yang menyelisihi manhajnya, baik yang mengatasnamakan ekonomi, pemikiran, maupun kemajuan. Sebab, petunjuk sejati ada dalam ketaatan kepadanya, dan kebaikan ada dalam melaksanakan perintahnya, sedangkan keluar dari sunnahnya adalah kehancuran dan kerusakan.

​فَإِنَّ الْمُفْسِدِيْنَ يَعْرِضُوْنَ عَلَيْنَا عُرُوْضًا مُتَنَوِّعَةً لِيُزَحْزِحُوْا قِيَادَةَ نَبِيِّنَا فِي نُفُوْسِنَا، فَيَذْهَبُوْنَ بِنَا يَمِيْنًا وَشِمَالًا بَعِيْدًا عَنْ مَنْهَجِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

​Sesungguhnya para perusak menawarkan kepada kita berbagai tawaran yang beragam untuk menggoyahkan kepemimpinan Nabi kita di dalam jiwa kita. Mereka berusaha membawa kita ke arah kanan maupun kiri agar menjauh dari manhaj Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

​وَاسْتَعْرَضَ حَفِظَهُ اللهُ مَظَاهِرَ الْعَظَمَةِ فِي مَنْهَجِ النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ الَّذِي اسْتَطَاعَ أَنْ يُغَيِّرَ الْعَالَمَ فِي مُدَّةٍ يَسِيْرَةٍ، وَهُوَ مَنْهَجٌ ثَابِتٌ فِيْهِ إِصْلَاحُ النَّاسِ عَلَى مَدَى الْعُصُوْرِ دُوْنَ أَنْ يَتَعَرَّضَ لِأَيِّ خَلَلٍ أَوْ قُصُوْرٍ. وَهُوَ الْقَائِدُ لَنَا فِي نَوَاحِي حَيَاتِنَا كُلِّهَا فِي مُعَامَلَتِنَا وَعِبَادَاتِنَا وَأَقْوَالِنَا وَأَفْعَالِنَا، وَفِي اقْتِصَادِنَا وَصِنَاعَاتِنَا فَفِي مَنْهَجِهِ نُوْرٌ وَهُدًى لَنَا.

​Beliau memaparkan bukti-bukti keagungan dalam manhaj Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam yang mampu mengubah dunia dalam waktu singkat. Manhaj ini bersifat tetap dan mampu memperbaiki keadaan manusia di sepanjang zaman tanpa mengalami kecacatan atau kekurangan sedikit pun. Beliau adalah pemimpin bagi kita dalam seluruh aspek kehidupan; dalam muamalah, ibadah, perkataan, perbuatan, bahkan dalam ekonomi dan industri kita. Dalam manhaj beliau, terdapat cahaya dan petunjuk bagi kita.

​وَأَوْضَحَ أَنَّ الْكَثِيْرَ يَدَّعِي السَّلَامَ وَنَشْرَ الْمَحَبَّةِ وَالْأُخُوَّةِ، وَالْحَقِيْقَةُ وَالْوَاقِعُ أَنَّهُمْ يُغْرِقُوْنَ النَّاسَ فِي الدِّمَاءِ، وَيَنْشَطُوْنَ فِي بَيْعِ السِّلَاحِ لِلْمُتَنَازِعِيْنَ، أَمَّا حَقَائِقُ السَّلَامِ وَالْمَحَبَّةِ فَقَدْ عَرَفَتْهَا الْبَشَرِيَّةُ فِي مَنْهَجِ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، الَّذِي جَاءَ بِبَعْثِ حَقِيْقَةِ الْمَحَبَّةِ، وَحُسْنِ التَّعَامُلِ حَتَّى مَعَ الْمُؤْذِيْنَ.

​Beliau menjelaskan bahwa banyak pihak saat ini mengklaim menyebarkan perdamaian, cinta, dan persaudaraan, namun kenyataannya mereka justru menenggelamkan manusia dalam pertumpahan darah dan aktif menjual senjata kepada pihak-pihak yang bertikai. Adapun hakikat perdamaian dan cinta yang sebenarnya telah dikenal oleh kemanusiaan melalui manhaj Nabi Rahmat, Baginda kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam, yang datang dengan membangkitkan hakikat cinta dan keluhuran budi pekerti, bahkan terhadap orang-orang yang menyakiti beliau.

​وَأَوْضَحَ أَنَّنَا فِي مَنْهَجِنَا نَكْرَهُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ لِكُلِّ إِنْسَانٍ، وَهٰذَا مِنْ بَابِ الرَّحْمَةِ بِهِمْ أَنْ لَا نَرْضَى لَهُمْ بِالْكُفْرِ وَالْفُسُوْقِ، وَعَلَّمَنَا رَسُوْلُ اللهِ أَنْ لَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ، فَأَمْوَالُ النَّاسِ وَأَبْدَانُهُمْ وَأَعْرَاضُهُمْ مُؤَمَّنَةٌ إِلَّا مَنْ صَدَّ وَاعْتَدَى وَظَلَمَ.

​Beliau menjelaskan bahwa dalam manhaj kita, kita membenci kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan bagi setiap manusia. Kebencian ini justru muncul dari rasa kasih sayang kepada mereka, karena kita tidak rida jika mereka terjerumus dalam kekufuran dan kefasikan tersebut. Rasulullah mengajarkan kita bahwa tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim. Maka, harta, jiwa, dan kehormatan manusia semuanya terjamin keamanannya, kecuali bagi mereka yang menghalangi jalan Allah Tabaraka Wa Ta'ala, melakukan agresi, dan berbuat zalim.

​وَبَيَّنَ أَنَّ أَعْلَى مَعَانِي السَّلَامِ هُوَ مَا جَاءَ بِهِ خَيْرُ الْأَنَامِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَّ مَعْنَى الْغِلْظَةِ عَلَى الْكُفَّارِ أَنْ لَا نَقْبَلَ أَفْكَارَهُمُ الْمُفْسِدَةَ وَانْحِرَافَ السُّلُوْكِ وَالْأَخْلَاقِ وَالْقِيَمِ، وَفِي هٰذَا عَيْنُ الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ لِلْكُلِّ، كَمَا ذَكَرَ فَائِدَةَ الْجِهَادِ وَأَنَّهُ غَيْرُ مُنَاقِضٍ لِلسَّلَامِ، فَلَيْسَ قَائِمًا عَلَى التَّشَفِّي وَالِاعْتِدَاءِ عَلَى الْأَبْرِيَاءِ، بَلْ فِيْهِ حَمْلُ الْخَيْرِ وَالْهُدَى وَالنُّوْرِ إِلَيْهِمْ.

​Beliau memaparkan bahwa makna kedamaian tertinggi adalah apa yang dibawa oleh sebaik-baik makhluk, Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Adapun makna "bersikap keras terhadap orang kafir" adalah tidak menerima pemikiran-pemikiran mereka yang merusak serta penyimpangan perilaku, akhlak, dan nilai-nilai; hal ini merupakan inti dari keadilan dan objektivitas bagi semua pihak. Beliau juga menyebutkan manfaat jihad bahwa ia tidak bertentangan dengan perdamaian; jihad tidak berdiri di atas dasar balas dendam atau menyerang orang-orang yang tidak bersalah, melainkan bertujuan membawa kebaikan, petunjuk, dan cahaya kepada mereka.

​وَأَوْضَحَ أَنَّ مَا يَحْدُثُ الْيَوْمَ بَيْنَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ ظُلْمٍ وَاعْتِدَاءٍ وَإِرَاقَةٍ لِلدِّمَاءِ إِنَّمَا هُوَ بِسَبَبِ تَضْيِيْعِ الْإِسْلَامِ، وَعَدَمِ إِقَامَةِ شَرْعِ اللهِ، وَاحْتِكَامِنَا إِلَى الشَّرْقِ وَالْغَرْبِ.

​Beliau menjelaskan bahwa apa yang terjadi hari ini di antara kaum Muslimin berupa kezaliman, agresi, dan pertumpahan darah hanyalah disebabkan oleh penyia-nyiaan terhadap ajaran Islam, tidak tegaknya syariat Allah Tabaraka Wa Ta'ala, serta kecenderungan kita untuk berhukum kepada pihak Timur maupun Barat.

​وَوَضَعَ الْعِلَاجَ فِي آخِرِ كَلِمَتِهِ: بِتَحْقِيْقِ التَّبَعِيَّةِ لِقَائِدِنَا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالتَّأْكِيْدِ عَلَى أَهَمِّيَّةِ الْمَحَبَّةِ لِلهِ، وَمِنْ أَجْلِ اللهِ، وَضَرُوْرَةِ التَّنَاصُحِ وَالتَّوَاصِي بِالْحَقِّ وَالتَّوَاصِي بِالصَّبْرِ، وَالِانْتِبَاهِ مِنَ الْأَوْلَادِ وَالنَّاشِئَةِ وَتَرْبِيَتِهِمُ التَّرْبِيَةَ الصَّالِحَةَ، وَحُسْنِ التَّحَكُّمِ فِي الْأَجْهِزَةِ وَتَوْجِيْهَا تَوْجِيْهًا صَحِيْحًا، مَعَ اللَّجَإِ إِلَى اللهِ وَكَثْرَةِ الدُّعَاءِ وَالتَّوَكُّلِ عَلَى اللهِ، وَالْعَمَلِ بِالْمُسْتَطَاعِ عَلَى إِقَامَةِ مَنْهَجِ اللهِ فِيْنَا، وَقِرَاءَةِ نَمَاذِجَ مِنَ الْمَحَبَّةِ وَالسَّلَامِ فِي سِيْرَةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَخِيَارِ الْأُمَّةِ.

​Beliau memberikan solusi di akhir ceramahnya: dengan mewujudkan keteladanan (taba'iyyah) kepada pemimpin kita Shallallahu 'Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam, menekankan pentingnya cinta kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala dan mencintai karena Allah Tabaraka Wa Ta'ala, serta pentingnya saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Beliau juga mengingatkan untuk memperhatikan anak-anak dan generasi muda dengan mendidik mereka secara saleh, serta menguasai penggunaan perangkat teknologi dan mengarahkannya dengan benar; semua itu dibarengi dengan kembali kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala, memperbanyak doa, bertawakal kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala, berusaha semampu mungkin untuk menegakkan manhaj Allah Tabaraka Wa Ta'ala dalam diri kita, serta mempelajari contoh-contoh cinta dan damai dari sirah para Sahabat, Tabi'in, dan orang-orang pilihan umat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...