فَوَائِدُ مِنَ الدَّرْسِ الْأَوَّلِ مِنْ كِتَابِ "بَاطِنِ الْإِثْمِ: الْخَطَرُ الْأَكْبَرُ فِي حَيَاةِ الْمُسْلِمِينَ" لِلشَّيْخِ مُحَمَّد سَعِيد رَمَضَان الْبُوطِي رَحِمَهُ اللّٰهُ. شَرْحُ الْحَبِيبِ عُمَرَ بْنِ حَفِيظ حَفِظَهُ اللّٰهُ.
"Faidah-faidah dari pelajaran pertama kitab 'Batin al-Itsm: Bahaya Terbesar dalam Kehidupan Muslim' karya Syekh Muhammad Said Ramadan al-Buthi (Semoga Allah merahmatinya). Penjelasan oleh Al-Habib Umar bin Hafidz (Semoga Allah menjaganya)."
١. هٰذَا الْكِتَابُ يَضَعُ لَنَا رُؤْيَةً وَاضِحَةً أَمَامَ وَاقِعِنَا وَمَا نُعَانِيهِ وَأُمُوراً تَتَّصِلُ بِنَا وَبِأَحْوَالِنَا، وَمُؤَلِّفُهُ مِنْ عُلَمَاءِ الْعَصْرِ الَّذِينَ وَفَّقَهُمُ اللّٰهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِإِحْسَانِ الْكِتَابَةِ فِي هٰذِهِ الْمَوَاضِيعِ.
"Kitab ini membentangkan visi yang jelas bagi kita dalam menghadapi realitas saat ini dan penderitaan yang kita alami, serta hal-hal yang berkaitan erat dengan diri dan keadaan kita. Penulisnya termasuk ulama era ini yang diberikan taufiq oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala untuk menulis secara mendalam dan baik mengenai tema-tema tersebut."
٢. كَانَ الصَّحَابَةُ وَالتَّابِعُونَ فِي قِلَّةٍ مِنَ الْقُرَّاءِ وَالْكُتَّابِ مُقَارَنَةً بِالْعُصُورِ الْمُتَأَخِّرَةِ وَلٰكِنْ عِنْدَهُمُ الدِّينُ مُطَبَّقٌ فِي جَمِيعِ حَيَاتِهِمْ وَأَحْكَامُهُ الْإِلٰهِيَّةُ، وَبِذٰلِكَ ظَهَرَتْ عَلَيْهِمُ الْهَيْبَةُ بِدِينِهِمْ وَبِدُنْيَاهُمْ فَهَابَهُمُ الْأَعْدَاءُ. وَأَمَّا الْآنَ فِي وَقْتِنَا الْحَاضِرِ مَعَ كَثْرَةِ الْمُسْلِمِينَ وَالْكُتُبِ وَالْحُفَّاظِ لِلْقُرْآنِ وَظُهُورِ مُخْتَلِفِ مَجَالَاتِ الْحَيَاةِ كَالْمَدَارِسِ وَالْجَامِعَاتِ إِلَّا أَنَّ الْمُسْلِمِينَ تَفَرَّقُوا وَتَشَتَّتُوا فَبِذٰلِكَ قَلَّتْ هَيْبَتُهُمْ أَمَامَ عَدُوِّهِمْ!!
"Dahulu, para Sahabat dan Tabiin memiliki jumlah pembaca dan penulis yang sedikit jika dibandingkan dengan zaman akhir. Namun, agama benar-benar diterapkan dalam seluruh lini kehidupan dan hukum-hukum Ketuhanan mereka jalankan. Maka, tampaklah pada diri mereka Haibah (wibawa yang menggetarkan) baik dalam urusan agama maupun dunia, sehingga musuh segan kepada mereka. Adapun sekarang, meski jumlah Muslimin berlimpah, buku-buku tersebar, penghafal Al-Qur'an banyak, dan berbagai sarana pendidikan seperti sekolah serta universitas bermunculan, namun umat Islam justru bercerai-berai dan terpecah-belah. Akibatnya, memudarlah wibawa mereka di hadapan musuh."
٣. مِنْ أَقْوَى أَسْبَابِ ظُهُورِ الْبَاطِلِ وَانْتِشَارِهِ هُوَ إِخْلَاصُ أَهْلِهِ فِي سَعْيِهِمْ لِنَشْرِهِ وَعِلْمُهُمْ أَنَّهُمْ لَا يَصِلُونَ إِلَيْهِ إِلَّا بِالِاجْتِمَاعِ وَالتَّعَاوُنِ فَاجْتَمَعُوا وَتَعَاوَنُوا وَتَنَاصَرُوا. وَمَعْنَى إِخْلَاصِهِمْ هُنَا (أَيْ أَنَّهُمْ أَرَادُوا الْبَاطِلَ مِنْ حَيْثُ هُوَ بَاطِلٌ وَمَا أَدْخَلُوا فِيهِ أَغْرَاضاً أُخْرَى لِنُفُوسِهِمْ إِلَّا الشَّرَّ). وَسُنَّةُ اللّٰهِ تَعَالَى فِي الْكَوْنِ أَنَّ مَنْ أَخْلَصَ فِي أَيِّ شَيْءٍ حَقَّقَهُ وَلَوْ كَانَ بَاطِلاً.
"Salah satu penyebab terkuat muncul dan tersebarnya kebatilan adalah Keikhlasan (totalitas/kesungguhan) para pengikutnya dalam menyebarkannya. Mereka sadar bahwa tujuan itu takkan tercapai tanpa persatuan dan kerjasama, maka mereka pun bersatu, saling membantu, dan saling membela. Makna 'ikhlas' di sini adalah: mereka menghendaki kebatilan itu murni demi kebatilan itu sendiri, tanpa mencampurinya dengan kepentingan ego lain kecuali keburukan tersebut. Merupakan Sunnatullah di alam semesta ini, bahwa barangsiapa yang bersungguh-sungguh (ikhlas) dalam hal apa pun, ia akan mewujudkannya, sekalipun itu adalah sebuah kebatilan."
٤. مِنَ الْأَمْثِلَةِ الْوَاقِعَةِ فِي عَصْرِنَا الَّتِي تُبَيِّنُ لَنَا أَسْبَابَ النَّجَاحِ وَالْفَشَلِ فِي نَشْرِ الْحَقِّ وَالْبَاطِلِ مَا نَرَاهُ حَاصِلاً بَيْنَ الدُّوَلِ الْغَيْرِ مُسْلِمَةٍ، رَغْمَ تَعَدُّدِ لُغَاتِهِمْ وَأَدْيَانِهِمْ وَاعْتِقَادَاتِهِمْ وَثَقَافَاتِهِمْ وَأَنْظِمَتِهِمْ وَغَيْرِ ذٰلِكَ، إِلَّا أَنَّهُمُ اسْتَطَاعُوا أَنْ يُكَوِّنُوا مَا يُسَمَّى بِالِاتِّحَادِ الْأُورُبِّيِّ. فَتَجِدُ الْمُسَافِرَ حِينَمَا يَدْخُلُ لِأَيِّ دَوْلَةٍ مِنْ دُوَلِ هٰذَا الِاتِّحَادِ لَا يَحْتَاجُ لِتَأْشِيرَةٍ أُخْرَى لِلتَّنَقُّلِ فِي دُوَلِ الِاتِّحَادِ الْأُخْرَى وَلَا يَمُرُّ عَلَى نُقَاطِ تَفْتِيشٍ عِنْدَ حُدُودِهَا. بِخِلَافِ الْمُسْلِمِينَ، رَغْمَ وَحْدَةِ لُغَتِهِمْ وَدِينِهِمْ وَاعْتِقَادِهِمْ وَثَقَافَتِهِمْ إِلَّا أَنَّهُمْ لَمْ يَسْتَطِيعُوا تَحْقِيقَ حَتَّى هٰذِهِ التَّسْهِيلَاتِ بَيْنَ دُوَلِهِمْ، وَالسَّبَبُ فِي ذٰلِكَ عَدَمُ وُجُودِ الْإِخْلَاصِ.
"Salah satu contoh nyata di zaman kita yang menjelaskan sebab keberhasilan dan kegagalan dalam menyebarkan kebenaran maupun kebatilan adalah apa yang terjadi pada negara-negara non-Muslim. Meskipun berbeda bahasa, agama, keyakinan, budaya, dan sistem, mereka mampu membentuk apa yang disebut Uni Eropa. Anda temukan seorang musafir yang masuk ke satu negara anggota uni tersebut tidak membutuhkan visa lagi untuk berpindah ke negara anggota lainnya, bahkan tidak melewati titik pemeriksaan di perbatasannya. Berbeda dengan kaum Muslimin, meski memiliki kesatuan bahasa (sumber), agama, keyakinan, dan budaya, namun mereka tidak mampu mewujudkan fasilitas semudah itu di antara sesama negara mereka. Penyebab utamanya adalah tiadanya keikhlasan (kesungguhan dan ketulusan dalam tujuan)."
٥. تَرْكُ بَاطِنِ الْإِثْمِ دَوَاءٌ مُرٌّ لَا بُدَّ مِنْهُ لِحُصُولِ الْعِلَاجِ، وَالْمُؤْمِنُ يَسْتَحْلِي مَرَارَةَ الدَّوَاءِ بِإِيمَانِهِ.
"Meninggalkan Batin al-Itsm (dosa-dosa yang tersembunyi di hati) adalah obat pahit yang wajib dikonsumsi agar kesembuhan dapat tercapai. Dan seorang mukmin akan merasakan 'manis' di balik pahitnya obat tersebut berkat kekuatan imannya."
Komentar
Posting Komentar