Langsung ke konten utama

Doa dari Sayyidi Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ، وَارْحَمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ، يَا تَوَّابُ تُبْ عَلَيْنَا، وَارْحَمْنَا وَانْظُرْ إِلَيْنَا، وَسِرْ بِنَا مَسَارَ مَنِ اصْطَفَيْتَ وَارْتَضَيْتَ مِنَ الصَّادِقِيْنَ مَعَكَ، أَهْلَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَقَدْ مَدَدْنَا إِلَيْكَ أَيَادِيْنَا، وَأَنْتَ أَعْلَمُ بِظَوَاهِرِنَا وَخَوَافِيْنَا، فَلَا تَدَعْ فِي بَوَاطِنِنَا شَيْئًا لَا تُحِبُّهُ، وَزَيِّنَّا بِمَا تُحِبُّ كَمَا تُحِبُّ عَلَى مَا تُحِبُّ، حَتَّى تَجْعَلَنَا فِيمَنْ تُحِبُّ، وَلَكَ بِفَضْلِكَ يُحِبُّ، وَتُلْحِقَنَا بِقَوْمٍ هُمُ الدَّوَاءُ إِذَا انْتَشَرَتِ الرِّدَّةُ وَالْمُخَالَفَاتُ

"Ya Allah, ampunilah kami dan kaum muslimin, rahmatilah kami dan kaum muslimin. Wahai Yang Maha Penerima Taubat, terimalah taubat kami, kasihilah kami, dan tataplah kami dengan pandangan kasih-Mu. Bimbinglah kami meniti jalan orang-orang yang telah Engkau pilih dan Engkau ridhai, yaitu mereka yang tulus dalam hubungan dengan-Mu, para ahli 'La ilaha illallah', wahai Zat yang paling pengasih. Kami telah menengadahkan tangan kami kepada-Mu, sementara Engkau lebih mengetahui apa yang tampak maupun yang tersembunyi dari diri kami. Maka, janganlah Engkau biarkan ada sesuatu pun di dalam hati kami yang tidak Engkau sukai. Hiasilah diri kami dengan hal-hal yang Engkau cintai, dengan cara yang Engkau sukai, dan di atas landasan yang Engkau ridhai, hingga Engkau jadikan kami termasuk golongan orang yang Engkau cintai dan mencintai-Mu karena karunia-Mu. Pertemukanlah kami dengan kaum yang menjadi 'obat' penawar di saat kesesatan dan pelanggaran agama mulai merajalela."

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ، اللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَاجْمَعْ قُلُوبَهُمْ عَلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَادْفَعْ كَيْدَ الْكُفَّارِ وَالْفُجَّارِ وَأَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَلَا تُبَلِّغْهُمْ مُرَادًا فِينَا وَلَا فِي أَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.. رُدَّ كَيْدَهُمْ فِي نُحُورِهِمْ، وَادْفَعْ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ جَمِيعَ شُرُوْرِهِمْ، اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْهُمْ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

"Ya Allah, perbaikilah keadaan kaum muslimin. Ya Allah, berikanlah jalan keluar bagi setiap kesulitan mereka, dan satukanlah hati mereka di atas hal-hal yang Engkau cintai dan ridhai, wahai Tuhan semesta alam. Tolaklah tipu daya orang-orang kafir, orang-orang jahat, serta musuh-musuh-Mu yang juga musuh agama ini. Janganlah Engkau biarkan mereka mencapai keinginan buruk mereka terhadap kami maupun terhadap siapa pun dari kaum muslimin. Balikkanlah tipu daya mereka agar menghancurkan diri mereka sendiri, dan lindungilah kaum muslimin dari segala keburukan mereka. Ya Allah, janganlah Engkau biarkan mereka berkuasa atau menindas satu pun dari orang-orang yang bersaksi 'La ilaha illallah'."

وَالْأَسْبَابُ الَّتِي سَلَّطَتْهُمْ، مِنْ زَيْغِ الْمُسْلِمِيْنَ وَتَرْكِهِمْ لِأَمْرِ الدِّيْنِ وَمُخَالَفَتِهِمْ لِحَبِيْبِكَ الْأَمِيْنِ؛ دَاوِ حَالَهُمْ هَذَا وَرُدَّهُمْ إِلَى خَيْرِ حَالٍ، أَنْقِذْهُمْ وَأَيْقِظْ قُلُوْبَهُمْ، وَابْعَثِ النُّوْرَ فِيهَا، وَرُدَّهُمْ إِلَيْكَ مَرَدًّا جَمِيْلًا

"Adapun sebab-sebab yang membuat mereka (musuh) bisa berkuasa atas kami—yakni karena penyimpangan kaum muslimin sendiri, kelalaian mereka terhadap perintah agama, serta pelanggaran mereka terhadap ajaran Kekasih-Mu yang terpercaya (Nabi Muhammad)—maka sembuhkanlah keadaan kami ini. Kembalikanlah mereka (umat Islam) kepada kondisi yang paling baik. Selamatkanlah mereka, bangunkanlah hati mereka dari kelalaian, pancarkanlah cahaya hidayah di dalamnya, dan bimbinglah mereka untuk kembali kepada-Mu dengan kepulangan yang indah."

يَا رَبِّ، عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ مَنْ يَلْهَجُ بِاسْمِكَ وَذِكْرِكَ، وَيَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ قَائِلًا: يَا الله.. فَحَقِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ بِحَقِيقَةِ ذَلِكَ، إِذَا نَادَتِ الْقُلُوبُ غَيْرَكَ مِنْ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِكَ، وَبِتَحْقِيْقِكَ بِنَا بِذَلِكَ ارْحَمْ بَقِيَّةَ الْمُسْلِمِيْنَ وَانْشُرِ الْهُدَى بَيْنَ الْعَالَمِيْنَ، وَأَصْلِحْ شُؤُونَنَا وَشُؤُونَ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"Wahai Tuhan kami, di atas bumi ini masih ada orang-orang yang lidahnya senantiasa basah menyebut nama-Mu dan berzikir kepada-Mu, yang menghadapkan wajahnya kepada-Mu seraya berseru: 'Ya Allah!'. Maka, wujudkanlah hakikat zikir itu dalam diri kami dan mereka, terutama di saat banyak hati hamba-hamba-Mu yang lain justru berpaling memanggil selain-Mu. Dengan wasilah hakikat tersebut, rahmatilah sisa-sisa kaum muslimin, sebarkanlah petunjuk ke seluruh alam, dan perbaikilah segala urusan kami serta urusan seluruh ahli 'La ilaha illallah', dengan rahmat-Mu wahai Zat Yang Maha Pengasih."

يَا رَبِّ، بَعْدَ الشَّدَائِدِ وَبَعْدَ الْعُسْرِ وَبَعْدَ الْفُرْقَةِ وَبَعْدَ الْآفَاتِ أَرِنَا الْيُسْرَ وَالِاجْتِمَاعَ، وَأَرِنَا الرَّخَاءَ وَالْإِتْبَاعَ، وَادْفَعْ عَنَّا جَمِيعَ الشُّرُوْرِ وَالْبَلَايَا وَالْكُرُوْبِ .. يَا الله

"Wahai Tuhanku, setelah berbagai penderitaan, kesulitan, perpecahan, dan musibah ini, perlihatkanlah kepada kami kemudahan dan persatuan. Tampakkanlah kepada kami kesejahteraan dan kemampuan untuk mengikuti jalan yang benar (ittiba'). Angkatlah dari kami segala keburukan, malapetaka, dan kesedihan yang mendalam... Ya Allah."

نَحْمَدُكَ عَلَى نِعْمَةِ الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ، اللَّهُمَّ أَتِمَّ نِعْمَتَكَ عَلَيْنَا، وَلَا تَسْلُبْ هَذِهِ النِّعْمَةَ عَنَّا، وَانْشُرْهَا فِي الْبَرِيَّةِ، وَانْشُرِ الْخَيْرَ فِي الْأُمَّةِ الْمُحَمَّدِيَّةِ، وَأَرِنَا فِيهِمْ مَا يَسُرُّ الْقَلْبَ الشَّرِيفَ، وَجَمِيعَ أَهْلِ الصِّدْقِ مَعَكَ مِنَ الثَّابِتِيْنَ عَلَى ذَلِكَ الْقَدَمِ الْمُبَارَكِ مِنْ أَهْلِ التَّشْرِيفِ.. بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

"Kami memuji-Mu atas nikmat Islam dan Iman. Ya Allah, sempurnakanlah nikmat-Mu bagi kami, dan janganlah Engkau cabut nikmat ini dari kami. Sebarkanlah cahaya iman ini ke seluruh mahluk, dan tebarkanlah kebaikan di tengah umat Nabi Muhammad. Perlihatkanlah kepada kami hal-hal yang dapat menyenangkan hati Nabi yang mulia, juga menyenangkan hati orang-orang yang tulus kepada-Mu—yaitu mereka yang teguh memegang prinsip yang berkah ini dari golongan orang-orang yang Engkau muliakan. Semua ini dengan rahmat-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar

Kalam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Radhiyallahu'anhu: إِنَّ الرَّحْمَةَ تَنْزِلُ عِنْدَ إِنْشَادِ قَصِيْدَتِنَا: ( مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ) "Sesungguhnya rahmat (Allah) turun saat dilantunkannya kasidah kami: (Mengapa hati ini meluap dengan kegelisahan/duka) ." ​ وَقَالَ بَعْضُهُمْ: حَصَلَ عَلَيَّ هَمٌّ فَسَمِعْتُ هٰذِهِ الْقَصِيْدَةَ فَزَالَ عَنِّي مَا كُنْتُ أَجِدُهُ فِي الْحَالِ "Sebagian orang berkata: 'Pernah suatu ketika aku tertimpa kegundahan hati, lalu aku mendengarkan kasidah ini, maka seketika itu juga hilanglah apa yang aku rasakan'." اَلْقَصِيْدَةُ: مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ Qasidah: Maa Lil Fuadi Yafidhu Bil Akdar مَا لِلْفُؤَادِ يَفِيْضُ بِالْأَكْدَارِ ... فَكَأَنَّ فِيْهِ تَلَهُّبًا مِنْ نَارِ (Mengapa hati ini meluap dengan kegundahan, seolah-olah di dalamnya ada api yang berkobar?) وَلِمُقْلَةٍ عَبْرَى تَفِيْضُ دُمُوْعُهَا ... سَحًّا كَفَيْضِ الْوَابِلِ الْمِدْرَارِ (Dan bagi mata ini, air matanya ...

Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu

  Surat Takziyah Atas Meninggalnya Al-Habib Umar bin Salim Al-Haddad Radhiyallahu'anhu. إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ ​"Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia beri, dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan, maka bersabarlah dan berharaplah pahala." فَبِقَلْبٍ مُلْتَاعٍ وَنَفْسٍ مَحْزُونَةٍ، تَلَقَّيْنَا خَبَرَ وَفَاةِ الحَبِيبِ عُمَرَ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى مِنْ آلِ بَاعَلَوِي وَزُهَّادِهَا وَدُعَاتِهَا. لَقَدْ كَانَ رَحِمَهُ اللهُ مِثَالًا لِلصَّالِحِينَ، دَاعِيًا إِلَى اللهِ بِالحِكْمَةِ وَالمَوْعِظَةِ الحَسَنَةِ، ثَابِتًا عَلَى مَنْهَجِ السَّلَفِ، رَحْمَةً لِلْخَلْقِ، وَسَبَبًا لِانْتِشَارِ الخَيْرِ فِي رُبُوعٍ كَثِيرَةٍ. ​وَبِارْتِحَالِهِ فَقَدَتِ الأُمَّةُ عَلَمًا مِنْ أَعْلَامِ الهِدَايَةِ، وَخَسِرَتْ رَجُلًا صَالِحًا كَثِيرَ الدُّعَاءِ وَالنَّفْعِ. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَتَغَمَّدَهُ بِوَاسِعِ رَحْمَةٍ، وَأَنْ يَرْفَعَه...

Sholawat Khotim 'Ala Nabiyyil Khotim

‎Syaikh Ibnu Abidin dalam kitab Tsabatnya memuat satu Shalawat yang dirangkai oleh : ‎الْوَلِيُّ الشَّهِيْرُ، وَالْقُطْبُ الْكَبِيْرُ، السَّيِّدُ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَلِيّ بَإِحْسَيْنِ السَّقَّافُ ‎​ ‎​"Wali yang masyhur (terkenal) dan Quthub (pemimpin spiritual/sumbu para wali) yang besar, Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Saqqaf." ‎ ‎Syaikh ibnu Abidin berkata: "Aku membaca di salah satu Majmuk Kalam  ‎(kumpulan ucapan para Ulama) bahwa Shalawat itu judulnya adalah ‎ ‎صَلَوَاتُ الْخِتَامِ عَلَى النَّبِيِّ الْخِتَامِ ‎​[Sholawat penutup bagi Nabi penutup (para nabi dan rasul)] ‎ ‎Muallif Shalawat itu (yakni As-Sayyid Abdullah bin Ali Bahusain As-Sagaf) berkata: "Rasulullah Shalallahu 'Alaihi WA Sallam memberi garansi kepadaku,   ‎bagi siapa saja yang membacanya, bahkan yang hanya melihat tulisannya saja akan diwafatkan dalam keadaan Khusnul  khotimah. Dan di akhirat akan meraih Syafaah Kubro dari beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. ‎ ...