Faedah dari Maulana Syekh Yusri Rusydi al-Hasani Hafizhahullah
نحن بالله عزُّنا .. والحبيبِ المقرَّبِ .. بهما عَزَّ نصرُنا .. لا بجاهٍ ومنصب .. ومن أراد ذُلَّنا .. من قريبٍ وأجنبي .. سيفُنا فيه قولُنا .. حسبُنا الله والنَّبي
"Kejayaan kita adalah dengan Allah & al-Habib ﷺ yang dekat. Dengan keduanya, maka kemenangan kita menjadi agung, bukan dengan kekuasaan dan jabatan. Dan barang siapa menginginkan untuk menghinakan kita, dari orang dekat maupun orang asing; maka pedang kita padanya adalah perkataan kita: "Cukup untuk kami: Allah & Sayyiduna Nabi ﷺ. "
Dulu pas, aku masih kecil, Kata-kata ini selalu dibacakan seusai pembacaan wirid kita. Tapi pas aku besar dan penyebaran Wahabiah meluas, maka tidak dibaca lagi, masyayikh lebih memilih untuk meninggalkan hal yang menjadi sebab perdebatan.
Dan kita mulai menghidupkannya kembali, tidak ada yang salah dalam perkataan: "Cukup untuk kami: Allah dan Sayyiduna Nabi ﷺ. "
Karena Allah Ta'ala berfirman:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّبِیُّ حَسۡبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ
-سورة الأنفال 64
Sayyiduna Nabi ﷺ tidak syirik saat dikabarkan bahwa penolong Beliau ﷺ adalah Allah & kaum beriman, lalu apakah kita syirik kalau mengatakan bahwa penolong kita adalah Allah & Sayyiduna Nabi ﷺ?!
Ditulis oleh: Ustadzah Hilma Rosyida Ahmad
Komentar
Posting Komentar